Kantong plastik berumur ratusan tahun, benarkah?

Grasa-grusu beberapa tahun lalu diberbagai tempat di wilayah Barat, seprti di California dan kota-kota di Inggris mewajibkan retailer besar untuk menggunakan kantong plastik daur ulang. Hal ini memicu mereka berpikir lagi, „kata siapa kantong plastik kresek baru akan terurai setelah 500 tahun? Setahu kami menurut hasil penelitian para ilmuwan sekitar puluhan tahun, 50 tahun adalah angka yang masuk akal“

Bukankah mereka menggunakan metode pengukuran yang namanya apa itu…ya, tes respirometry. Prinsipnya sampah padat seperti kulit pisang atau boks karton dimasukkan dalam wadah tertutup (Autoclave) yang dimasukkan kultur bakteri pengompos. Setelah beberapa saat bakteri mengunyah sampah organik ini, maka dihasilkan CO2 sebagai indikasi adanya reaksi penguraian. Tapi jika sample yang diuji adalah kantong kresek, mereka tidak mendapati adanya pelepasan CO2, artinya tida ada reaksi biokimia dari mikroorganisme itu, mudahnya, karena bakteri yang bersangkutan tidak doyan makan kantong kresek, kresek yang biasa kita pakai yang terbuat dari materi yang disebut polyethylene itu, mereka tidak mau memakannya. Tapi mengapa mereka memberi pernyataan bahwa kresek baru akan terurai setelah ratusan tahun, bahkan mereka asuksikan 500 tahun.

Walaupun tidak terurai secara biodegradasi, tetapi kresek bisa terurai jika dalam waktu lama teradiasi oleh sinar UV dari matahari, prosesnya disebut fotodegradasi (photo degradation). Setelah sekian lama, kresek akan hancur menjadi kepingan-kepingan kecil (microparticle atau disebut juga microscopic granules) yang tidak kasat mata. Apakah artinya sudah terurai secara alami? Samasekali tidak! Karena proses mineralisasinya jauh lebih lambat dan tidak dapat diperkirakan. Jadi sekalipun sampah bekas kresek sudah hancur dan tidak terlihat samasekali, mereka memang hancur, tetapi belum terurai (biodegradable).

Area penelitian terkini:

Penelitian yang dilakukan Chinaglia dkk. [3] menunjukkan secara jelas bahwa kecepatan dekomposisi material plastik berbanding lurus dengan luas area permukaan (surface area) yang dapat dijangkau oleh mikroorganisme. Dari sample powder berbeda particle size, kecepatan biodegradasi ada pada sample dengan particle size terkecil/surface area terbesar. Konklusi penelitian: Level teoritis dari biodegradasi maksimal menurut model enzimatik kinetik pendekatan dari Lineweaver-Burk dapat dipertimbangkan sebagai perkiraan kecepatan biodegradasi pada level molecular, jika area permukaan tidak menghambat aktivitas biodegradasi.

Referensi:

  1. Juliet Lapidos, Will my Plastic Bag still be here in 2507? How scientists figure out how long it takes your trash to decompose, 2007, dari situs: http://www.slate.com
  2. Willian Harris, How long does it takes for Plastics to biodegrade?, dari situs: https://science.howstuffworks.com/science-vs-myth/everyday-myths/how-long-does-it-take-for-plastics-to-biodegrade1.htm
  3. Chinaglia S, Tosin M, Degli-Innocenti F (2018) Biodegradation rate of biodegradable plastics at molecular level. Polymer Degradation and Stability 147 (2018) 237-244

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s