Plastik jenis apa yang terurai, ini fakta penelitiannya

Graduate School of Bioagricultural Science, Nagoya University-smallSekelompok peneliti dari Graduate School of Bioagricultural Science, Nagoya University melakukan percobaan terhadap beberapa specimen plastic sebagai berikut:

poly-(3- hydroxy-butyrate-valerate), dalam penelitian disebut (PHB/V)
poly-(ε-caprolac-tone), dalam penelitian disebut (PCL)
poly-(butylene succinate), dalam penelitian disebut (PBS)
poly-(butylene succinate and adipate), dalam penelitian disebut (PBSA)
poly-lactide/poly lactic acid, dalam penelitian disebut (PLA)

untuk mengetahui apakah berbagai specimen tersebut akan terurai setelah dipendam selama 1 tahun di tanah. Percobaan ini dilakukan serempak di 19 titik berbeda diseluruh Jepang dengan perlakuan sama, sedangkan teknik analisa yang digunakan adalah FT-IR, 1H-NMR dan 13C-NMR. Dari absorpsi IR tidak terlihat perubahan berarti pada spectrum penyerapan oleh gugus-gugus atom pada seluruh sampel, sementara pada analisa 1H-NMR dan 13C-NMR jelas terdeteksi perubahan struktur molekul hanya pada specimen PHB/V dan tidak pada specimen lainnya.

Secara kontrasnya, walaupun terdeteksi perubahan berat molecular (molecular weight), kekuatan tarik (tensile strength), dan pemanjangan (elongation) setelah 1 tahun dipendam di tanah pada specimen-spesimen PCL, PBS, PBSA, PLA, seluruh teknik analisa (FT-IR, 1H-NMR dan 13C-NMR) tidak menunjukkan adanya perubahan struktur molekul antara sebelum dan sesudah waktu pengamatan pada keempat specimen tersebut.

Sebelumnya, di tahun 2001 Hoshino dkk. mempublikasikan penelitian dari sampel specimen yang sama dan mendapatkan hubungan antara kecepatan degradasi, tanah dan kondisi iklim[2].  Fokus penelitian tersebut bukan pada transformasi molecular dari biodegradable plastics. Penelitian lingkup yang sama juga dilakukan Hoshino dkk. untuk mendapatkan hubungan lebih seksama antara kecepatan degradasi, kondisi iklim dan tanah. Mereka mendapati hubungan erat antara kecepatan degradasi dengan kandungan nitrogen tanah, sementara kandungan total karbon, tekstur tanah dan pH tidak mempengaruhi kecepatan degradasi[3]. Statement ini melengkapi faktor lain yang sudah kita bahas pada kesempatan yang lalu, yaitu luas permukaan yang dapat dijangkau mikroorganisme (surface area).

Fakta penelitian ini sesuai dengan pemahaman pada diskusi-diskusi yang lalu. Bisa saja spesimen sampah plastik mengalami perubahan sifat fisika (menjadi getas, tererosi permukaan) dan menjadi hancur tetapi hal ini bukan berarti sampah sudah terurai. Juga jangan lupa bahwa penelitian-penelitian di Jepan ini berbasis material yang memang dikategorikan dapat terurai. Material apakah yang kita gunakan sebagai kresek/kantong plastik sehari-hari? Pertanyaan ini tentu sangat menarik.

Keterangan tambahan:

FT-IR, Fourier Transformation Infra Red, a spectroscopic technique for IR-spectrum absorbance or emission of usually solid samples to describe the structure of a molecule

1H-NMR, Nuclear Magnetic Resonance Spectroscopy based on Hydrogen-1 isotope

13C-NMR, Nuclear Magnetic Resonance Spectroscopy based on Carbon-13 isotope

Referensi:

  1. Hoshino et al. (2002) Changes in Molecular Structure of Biodegradable Plastics during Degradation in Soils estimated by FT-IR and NMR. Soil Sci. Plant Nutr., 48 (4), 469-473, 2002
  2. Biodegradable Plastics Society. Japan 1998: Field Testing of Biodegradable Plastics (II). Biodegradable Plastics Society, Japan. Tokyo (in Japanese)
  3. Hoshino et al. (2012) Influence of weather conditions and soil properties on degradation of biodegradable plastics in soil. Soil Sci. Plant Nutr., 47 (1), 35-43, 2001

2 thoughts on “Plastik jenis apa yang terurai, ini fakta penelitiannya

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s